Sidakcepatnews }{ SAMOSIR – Polres Samosir diduga masuk angin. Judi togel dan tembak ikan yang meresahkan warga tetap bebas beroperasi. Laporan sudah masuk, janji sudah diumbar, tapi sampai detik ini tak ada satu pun lokasi yang disikat, Kamis (21/5/26).
Kasat Reskrim Polres Samosir AKP Edward Sidauruk sempat buka suara dan berjanji akan menindaklanjuti keresahan masyarakat. Realitanya? Nol besar. Lapak-lapak judi tetap buka seperti tidak terjadi apa-apa. Publik bertanya: ada apa sebenarnya di balik diamnya aparat?
Kemarahan warga makin memuncak karena dugaan adanya permainan di balik layar. Sumber di lapangan menyebut, salah satu bandar berinisial AN sudah merasa aman. Parahnya lagi, AN diduga berani menyentuh ranah pers. Ia disebut mencoba menyuap wartawan agar berita terkait perjudian dihapus. Upaya membungkam pers ini jelas tamparan keras bagi demokrasi dan kebebasan informasi.
“Ini bukan lagi soal judi. Ini soal keberanian bandar melawan hukum dan wartawan,” tegas sumber yang enggan disebut namanya.
Instruksi Kapolri sudah jelas: berantas judi tanpa pandang bulu. Tapi di Samosir, instruksi itu seperti angin lalu. Diamnya Polres Samosir menimbulkan spekulasi liar di masyarakat. Apakah ada setoran? Apakah ada beking? Publik berhak tahu.
Hingga berita ini diturunkan, Polres Samosir bungkam. Konfirmasi yang dikirim tidak digubris. Sikap bungkam ini justru memperkuat kecurigaan publik bahwa ada yang ditutup-tutupi.
Bersambung
(Tim)








