Rumpin – SidakCepatNews.com, Bogor | Upaya memperkuat karakter dan integritas aparatur pemerintah kembali ditegaskan melalui pembukaan Pelatihan Pembinaan Kesadaran Bela Negara bagi Pejabat Struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
Kegiatan yang dibuka pada Senin, 8 Desember 2025 dan diikuti oleh 75 pejabat struktural ini akan berlangsung selama lima hari penuh di Pusat Kompetensi Bela Negara BPSDM Pertahanan Kementerian Pertahanan.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Kompetensi Bela Negara BPSDM Pertahanan Kemhan, Brigadir Jenderal TNI Ferry Trisnaputra, S.E., M.A., M.S.P., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya para peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh semangat agar para peserta dapat memperkokoh tekad dan komitmen dalam menjaga persatuan, memperkuat ketahanan Masyarakat, dan membangun Kabupaten Barito Kuala yang maju, mandiri, dan Sejahtera.
Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat karakter kepemimpinan pejabat, membangun disiplin kerja, serta menanamkan nilai-nilai dasar bela negara dalam konteks tugas pemerintahan.
Materi pelatihan mencakup perkembangan lingkungan strategis, pengantar bela negara, nilai dasar bela negara, konsensus dasar bangsa, keamanan nasional, sistem pertahanan semesta, anti korupsi dan gratifikasi, manajemen konflik, dan kepemimpinan bela negara.
Selain itu untuk memperkuat kemampuan kerjasama, meningkatkan kedisiplinan, dan meningkatkan kemampuan problem solving dalam situasi tekanan, mereka menerima materi lapang dalam bentuk building learning commitment, caraka malam, dan api semangat bela negara.
Suasana pembukaan berlangsung penuh semangat, menandai awal komitmen bersama untuk mendorong peningkatan kualitas kepemimpinan aparatur pemerintah daerah. Para peserta juga menyampaikan antusiasme mereka dalam mengikuti pelatihan, menganggapnya sebagai momentum penting untuk memperkuat kemampuan mereka menghadapi tantangan birokrasi modern.
Dengan dimulainya pelatihan ini, diharapkan pejabat struktural Barito Kuala dapat membawa pulang nilai-nilai bela negara yang lebih kuat, kemudian mengimplementasikannya dalam pengambilan kebijakan, pelayanan publik, serta pembinaan unit kerja masing-masing.







